Di Depan 5.000 Prajurit TNI/Polri, Panglima TNI: "Soliditas TNI-Polri Akan Menjadi Teladan."


MEDAN - Usai dari Banda Aceh dilanjutkan ke Medan, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada hari ini Kamis (19/4/2018), memberikan pengarahan kepada prajurit TNI dan Polri.

Di dua tempat ini, Panglima TNI dan Kapolri sudah berbicara di hadapan 5.200 prajurit. Pengarahan didahului dengan makan bersama.

Sebanyak 2.000 prajurit TNI dan Polri se-wilayah Nanggro Aceh Darussalam, mendengarkan pengarahan Panglima TNI dan Kapolri di GOR Harapan Bangsa.

Setelah terbang dari Lanud Sultan Iskandar Muda di Aceh ke Lanud Polonia di Medan, malam harinya Panglima TNI dan Kapolri melanjutkan pengarahan kepada prajurit di ballroom Hotel Santika, Medan. Ikut dalam rombongan Panglima TNI adalah KSAD Jenderal TNI Mulyono.

Panglima TNI memberikan pengarahan kepada prajurit TNI dan Polri wilayah Sumatera utara. Foto: beny adrian

Tidak hanya memberikan pencerahan kepada prajurit, Panglima TNI, Kapolri dan KSAD, juga menyempatkan diri bersilaturahim dengan para ulama Aceh dan Medan.

Kepada prajurit TNI dan Polri di Aceh dan Medan, Panglima TNI dalam pengarahannya memberikan penekanan tegas terkait netralitas TNI dan Polri dalam menghadapi tahun politik 2018 dan 2019.

Seperti diketahui, tahun 2018 akan dilaksanakan pemilihan kepala daerah di 171 wilayah. Pilkada itu berlangsung di 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten.

Menurut penilaian awal, pelaksanaan di tiga provinsi yaitu Papua, Maluku dan Kalimantan Barat diprediksi memiliki kerawanan tinggi. Sementara 14 provinsi lainnya memiliki tingkat kerawanan sedang, dan tiga provinsi lagi berpotensi naik ke kategori dengan kerawanan tinggi yaitu Sumut, Sulteng, dan Kaltim.

"Setiap prajurit yang ketahuan memberikan bantuan kepada kontestan, tentu akan mendapatkan sanksi sesuai aturan yang berlaku," ucap Marsekal Hadi. "Tidak ada toleransi bagi yang melanggarnya," tegasnya lagi.

"Biarkan rakyat berpesta, kita tidak usah ikut, dan apabila berhasil dan sukses maka kita akan bangga karena berhasil menjaganya. Jadi pedomani netralitas sebagai penjabaran dari Sapta Marga," tutur Hadi panjang lebar yang mengharapkan pelaksanaan tugas ini sebagai ladang ibadah.

Marsekal Hadi juga mengingatkan kepada seluruh prajurit, untuk tidak sekali-kali menodai netralitas ini karena sampai detik ini, TNI dan Polri menjadi lembaga negara yang mendapat kepercayaan tinggi dari rakyat.

"Kalau TNI dan Polri tidak netral, rakyat mau percaya kepada siapa lagi," ulas Hadi.

Karena tingginya kepercayaan dari rakyat itu, Pemerintah pun memberikan penilai positif kepada prajurit TNI. Disambut tepuk tangan riuh prajurit, Panglima TNI menyampaikan bahwa sebentar lagi akan turun tunjangan khusus untuk Babinsa yang disamakan dengan Babhinkamtibmas Polri.

"Boleh tepuk tangan tapi sambil berdoa, mudah-mudahan sebentar lagi keluar," urai Panglima TNI setengah guyon.

Tidak hanya untuk Babinsa, Panglima TNI juga menyampaikan bahwa Pemerintah juga memberikan perhatian untuk tunjangan kinerja.

Dengan semua kondisi yang akan berlangsung di tahun politik ini, ditambah reputasi positif di mata masyarakat sebagai stake holderbangsa, Panglima TNI menegaskan beberapa hal kepada para prajurit.

Yaitu untuk menjaga kepercayaan rakyat kepada TNI dan Polri, tingkatkan kemampuan deteksi dini dan cegah dini, jaga peran sebagai perekat kemajemukan bangsa, unsur pimpinan agar selalu dekat dan menyatu dengan anak buah, dan tetap jaga dan pelihara soliditas dan solidaritas TNI-Polri.

Karena menurut Panglima TNI, soliditas TNI dan Polri itu ibarat pelangi yang menyatukan berbagai warna seragam ke dalam satu tekad yaitu demi NKRI.

"Dengan terwujudnya soliditas TNI dan Polri ini, kita akan menjadi contoh, menjadi teladan bagi instansi lainnya. Kalau pelangi ini bisa terus bersinar, negara akan aman, masyarakat yang melihat pelangi ini pun akan merasa tentram," urai Panglima TNI. /beny.andrian/mylesat.com/red

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.